Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Januari 2020

Januari 21, 2020

#TAWURANPELAJAR - 5 Fakta Penangkapan Siswa SMAN 60 Akibat Pembacokan Usai Tawuran



PANDAHOKI - Polisi menangkap seorang pelaku pembacokan saat peristiwa tawuran antar pelajar di Jalan Pekayon I, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat, 17 Januari 2020.

Korban RPM (16) dianiaya hingga terkena luka bacokan dan tewas.

Salah seorang pelaku pembacokan berinisial RFM (18). Dia ditangkap jajaran Polsek Pasar Minggu pada Senin, 20 Januari 2020 di Sekolah SMAN 60, Jakarta Selatan.

Saat ditangkap, RFM tidak melakukan perlawanan. Dia langsung mengakui semua perbuatannya dan menangis ketika saat diinterogasi polisi.

Berikut rangkuman faktanya:

1. Pelaku ditangkap di Sekolah

Kepala SMAN 60 Jakarta Selatan, Bahari Lubis membenarkan muridnya berinisial RFM diamankan di Sekolah pada Senin.

Bahari mengatakan, Polisi datang pukul 14.00 WIB, ketika kegiatan belajar mengajar masih berlangsung.

"Mereka (polisi) sangat santun ya, tanpa seragam. Mereka bertanya kepada pihak sekolah 'apakah ini anak Bapak?' Saya bilang 'benar'," kata Bahari saat ditemui di SMAN 60 Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020.

Polisi meminta pihak sekolah mengizinkan bertemu pelaku yang saat itu sedang dalam kegiatan belajar mengajar.

Saat itu, Polisi menanyakan beberapa pertanyaan kepada RFM terkait aksi pembacokan.

2. Mengaku sambil menangis

Saat diinterogasi Polisi, RFM mengakui semua perbuatannya. Sambil menangis, dia membenarkan terlibat dalam aksi tawuran.

"Saya kaget terjadi pembacokan dan diakuinya semua, menangis diakui. Sekalipun awal awalnya dia ngomong enggak karu-karuan, dia akhirnya mengakui," kata Bahari.

Sebelum dibawa, RFM masih menyempatkan untuk shalat Ashar di Sekolah. Selanjutnya orangtua RFM datang ke Sekolah.

Tidak berselang lama, RFM dibawa ke Polsek Pasar Minggu guna diperiksa.

3. Sempat berbohong mengenai celurit (benda tajam)

RFM rupanya sempat berusaha mengelabui polisi saat proses interogasi. Saat itu, polisi bertanya letak senjata tajam yang digunakan RFM untuk menganiaya RPM.

RFM berdalih senjata tersebut dibuang ke kali Ciliwung.

"Dia bilang (barang bukti) dibuang di kali Ciliwung, pak Polisi bilang 'oke, sekarang kita ke Ciliwung, kamu berenang ya?'. Terus dia bilang, 'saya titip teman'," kata Bahari.

Di saat yang sama, Kapolsek Pasar Minggu Kompol Prayitno membenarkan barang bukti berupa celurit diamankan pada hari yang sama saat penangkapan RFM.

Namun, dia enggan mengatakan barang bukti tersebut ditemukan di mana.

"Pokoknya di suatu tempat yang menurut dia RFM aman," ucap Prayitno.

4. Celurit dititipkan ke teman Sekolah

RFM akhirnya mengaku celurit yang dia gunakan untuk menganiaya RPM dititipkan ke temannya yang juga siswa SMAN 60 Jakarta Selatan.

"Dititipkan bukan sama teman sekelas. Ke siswa Kelas XII IPS 3," kata Bahari.

Namun, siswa yang menyimpan senjata tajam tersebut hingga kini tidak masuk sekolah sejak RFM ditangkap.

Bahari tidak menyebutkan siapa nama siswa yang dimaksud. Namun, dia membenarkan polisi sempat melakukan pencarian terhadap siswa tersebut.

5. SMAN 60 tidak memberikan bantuan hukum apapun

Bahari memastikan pihaknya tidak akan memberikan bantuan hukum apapun kepada siswa kelas XII RFM yang tersandung kasus penganiayaan hingga menewaskan korban.

Pihak sekolah hanya mendampingi selama proses pemeriksaan seperti datang ke Polsek untuk menengok keadaan RFM.

"Kita bilang, enggak ada sekolah menyiapkan pengacara apapun," kata dia.

Selain itu, pihak sekolah selalu mendukung proses penyelidikan untuk mengungkap kasus penganiayaan ini.

Salah satu upayanya, yakni kooperatif ketika kepolisian memanggil pihak sekolah untuk dimintai keterangan.

"Keterangan disampaikan apa adanya, jangan sampai kita beropini. Kita kan enggak tahu," ucap dia.
Artikel asli
Januari 21, 2020

#TAWURANPELAJAR - SMAN 60 Tidak Memberikan Bantuan Hukum Apapun Terhadap Anak Muridnya Karena Aniaya Pelajar Lain



   PANDAHOKI - Kepala Sekolah SMAN 60 Jakarta Selatan, Bahari Lubis mengatakan pihaknya tidak akan memberikan bantuan hukum apapun kepada siswa kelas XII bernama Mohammad Rifki (18) yang tersandung kasus penganiayaan.

   Pihak sekolah hanya mendampingi selama proses pemeriksaan seperti datang ke Polsek untuk menengok keadaan Rifki.

   "Kita bilang, enggak ada sekolah siapkan pencara," kata dia saat ditemui di SMAN 60 Jakarta Selatan, Selasa, 21 Januari 2020.

   Selain itu, pihak sekolah akan selalu mendukung proses penyelidikan untuk mengungkap kasus penganiayaan ini.

   Salah satu upayanya yakni kooperatif kepolisian memanggil pihak sekolah untuk dimintai keterangan.

   "Keterangan disampaikan apa adanya, jangan sampai kita beropini. Kita kan enggak tahu," ucap dia.

   Sebelumnya, Rifki ditangkap jajaran Polsek Pasar Minggu saat masih berada di lingkungan SMAN 60 Jakarta Selatan.

   Dia ditangkap lantaran terlibat dalam aksi pengeroyokan hingga memakan korban satu pelajar bernama Redondo Putra Mosad (16).

   Korban yang merupakan murid SMK Wisata Indonesia, Jagakarsaa, Jakarta Selatan tewas saat pengeroyokan terjadi di Jalan Pekayon I, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Jumat, 17 Januari 2020.

   "Penangkapan, hari Senin, 20 Januari 2020 sekitar jam 15.00 WIB di SMAN 60, Bangka, Jakarta Selatan," kata Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Prayitno saat dikonfirmasi, Senin, 20 Januari 2020 malam.

   Polisi juga mengamankan senjata tajam yang digunakan pelaku. Hingga kini, polisi masih mengejar pelaku lain yang terlibat dalam penganiayaan.
Artikel asli
Januari 21, 2020

#TAWURANPELAJAR - Seorang Pelajar Diinterogasi Polisi di Sekolahnya Usai Melakukan Penganiayaan Saat Tawuran hingga Menangis



   PANDAHOKI - Kepala Sekolah SMA 60 Jakarta Selatan, Bahari Lubis membenarkan bahwa ada anak muridnya bernama Mohammad Rifki yang diamankan di Sekolah pada Senin, 20 Januari 2020.

  Rifki ditahan karena ikut terlibat dalam kasus tawuran antar pelajar yang berujung pengeroyokan salah satu pelajar bernama Redondo Putra Mosad yang berusia 16 tahun.

   Bahari mengatakan polisi datang pukul 14.00 WIB ketika kegiatan belajar mengajar masih berlangsung.

   "Mereka (Polisi) sangat santun ya, tanpa seragam. Mereka bertanya kepada pihak sekolah 'apakah ini anak Bapak?' saya bilang 'benar'," Ucap Bahari saat ditemui di SMA 60 Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020.

   Dia lalu memanggil Rifki untuk bertemu dengan pihak Polsek Pasar Minggu.

   Saat diinterogasi poolisi, Rifki pun mengakui semua perbuatannya. Sambil menangis dia membenarkan jika terlibat dalam aksi tawuran.

   "Saya kaget terjadi pembacokan dan diakuinya semua, menangis diakui. Sekalipun awal awalnya dia ngomong enggak karu-karuan walaupun dia akhirnya mengakui," tambah dia.

   Sebelum dibawa, Rifki masih menyempatkan untuk melakukan shalat Ashar. Selanjutnya orang tua Rifki pun datang ke Sekolah.

   Tidak berselang lama, Rifki pun dibawa ke Polsek Pasar Minggu guna pemeriksaan lebih lanjut.

   Bahari pun menyerahkan seluruh proses hukum kepada Polisi. Dia juga menegaskan agar kasus ini harus dituntaskan oleh pihak kepolisian.

   Sebelumnya, Rifki dan beberapa orang lain terlibat dalam tawuran di Jalan Pekayon I, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Jumat, 17 Januari 2020.

   Pihak kepolisian kini tengah memeriksa Rifki guna mencari pelaku lain yang terlibat dalam tawuran tersebut.
Artikel asli

Minggu, 05 Januari 2020

Januari 05, 2020

#GEDUNGSLIPIROBOH, Gedung Slipi Runtuh, Saksi Mata Sempat Terdengar Bunyi "Kretek... Kretek:



   PANDATOTO - Gedung yang terletak di Slipi roboh pada hari ini, Senin, 06 Januari 2020 sekitar pukul 09.20 WIB. Juni, salah seorang saksi mata yang ada di dalam gedung sempat mendengar bunyi dari retakan gedung sebelum roboh.

   Juni yang diwawancari oleh Kompas TV mengatakan, menjelang gedung empat lantai tersebut roboh, dia mendengar suara getaran yang keras.

   "Dengar suara keretek-keretek. Dalam hitungan menit, runtuh semua," kata Juni.

   Juni mengatakan, bagian bawah gedung tersebut merupakan minimarket. Syukurnya karyawan minimarket tersebut sempat menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban yang terluka dalam insiden kerjadian tersebut.

   Menurut dia, ada dua orang yang terjebak berada di lantai dua. Anggota Basarnas sudah mengevakuasi keduanya.

   Menurut Juni yang sudah bekerja di kawasan itu selama 30 tahun, gedung tersebut berusia sekitar 10 tahun. Namun, kondisinya tidak terawat.

   "Kemarin tukang parkirnya ngomong juga dengar suara kretek-kretek," ujar Juni.

   Juni menceritakan, dia sempat belanja ke minimarket yang berada di bawah gedung roboh itu. Dia melihat ada rembesan air di tembok minimarket itu.

   Petugas pemadam kebakaran Sukiman yang berada di lokasi menegaskan tidak ada korban jiwa, hanya korban luka dari tukang ojek dan penumpangnya yang berada di luar gedung.

   "Dipastikan tidak ada korban, sudah (dicek) sampai ke atas menggunakan mobil tangga," kata Sukirman.

   Menurut dia, ada dua orang luka yakni driver ojol bersama penumpangnya. Saat ini korban luka sudah dibawa ke RS Tarakan.
Januari 05, 2020

#GEDUNGSLIPIROBOH, Petugas Pemadam Kebakaran Berhasil Mengevakuasi Korban Terjebak di Bangunan Roboh Slipi

Petugas Damkar Berhasil Evakuasi Korban Terjebak di Ruko Roboh Slipi

   PANDATOTO - Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) berhasil mengevakuasi korban terjebak di ruko roboh Slipi.

   Satu unit ruko di kawasan Slipi, Jakarta Barat, roboh Senin, 06 Januari 2020 hari ini. Diketahui ada dua orang yang menjadi korban luka akibat peristiwa ini.

   Berdasarkan informasi dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, ada dua orang warga yang dikabarkan terjebak dalam ruko itu.

   Berdasarkan update dari DPKP DKI Jakarta melalui akun twitter @humasjakfire, proses evakuasi sedang berlangsung.

   "Terima berita 09.20. Unit tiba 09.30, Jl. Letjen Katamso Kel. Kota Bambu Selatan Kec. Palmerah Jakarta Barat. Objek kejadian bangunan runtuh. Pengerahan 4 unit. Situasi proses evakuasi,"

   "Update 9.40 petugas berhasil evakuasi 1 orang warga yang terjebak di bawah bangunan. Evakuasi terus dilakukan untuk memastikan tidak ada korban orang terjebak di bawah bangunan," lanjutnya...

   Diketahui ada empat unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi. Belum ada informasi soal penyebabnya runtuh bangunan tersebut.
Artikel asli
Januari 05, 2020

#GEDUNGSLIPIROBOH, 3 Korban Luka Dibawa ke RS Tarakan



   PANDATOTO - Kasatpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat, mengatakan ada tiga korban luka dari kejadian robohnya gedung empat lantai dibawa ke Rumah Sakit Tarakan.

   "Sementara ini sudah ada tiga korban. Dua laki-laki dan satu perempuan. Saat dievakuasi masih dalam keadaan hidup dan telah dibawa ke Rumah Sakit Tarakan," kata Tamo di Jalan Brigjen Katamso, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, Senin, 06 Januari 2020.

   Sementara itu Tamo menyebut identitas ketiga korban yakni F berumur 27 tahun warga Tanjung Duren Raya, MI berumur 37 tahun warga Jalan Mangga IV, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, EJ berumur 52 tahun warga Kampung Gaga, Jalan Amil Abas, Larangan Selatan, Tangerang.

   Sejauh ini, Tamo belum bisa memastikan lebih lengkap identitas ketiga korban tersebut apakah salah satunya adalah pegawai minimarket atau warga yang saat kejadian sedang melintas di jalan.

   "Untuk itu, belum bisa dipastikan, tadi langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Tarakan," ucapnya.

   Seperti diketahui, bangunan empat lantai yang ambruk ini berada di Jalan Brigjen Katamso.

   Titik hebohnya di dekat jembatan layang Slipi arah Tanah Abang.

   Bangunan tersebut menimpa beberapa motor dan yang terparkir di depannya. Hingga kini ini belum diketahui penyebab ambruknya bangunan, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh petugas dengan menggunakan alat berat.
Artikel asli

Sabtu, 04 Januari 2020

Januari 04, 2020

Hak Asuh Anak Bontot Lina, Jatuh Kepada Sang Ayah Kandungnya



   PANDAHOKI - Lina mantan istri Sule meninggal dunia meninggalkan bayi mungil yang baru saja ia lahirkan. Bayi itu merupakan anak hasil pernikahan dengan suami sah barunya, Teddy.

   Setelah bercerai secara resmi dengan Sule, Lina memang menikahi pria bernama Teddy. Mereka lalu dikaruniai seorang anak yang diberi nama Bintang.

   Sebelum meninggal, Lina sempat mengajak Bintang untuk bertemu dengan kakak-kakaknya. Meski berbeda Ayah, anak-anak Sule ternyata memperlakukan adik mereka dengan baik layaknya seorang adik kandung. Kini setelah sang Ibu meninggal dunia, bagaimana nasib Bintang?

   Dalam siaran langsung Youtube Cumicumi pada Sabtu, 04 Januari 2020, Teddy mengungkapkan jika istrinya berpesan sebelum meninggal dunia. Lina memberi amanat soal siapa yang harus merawat Bintang setelah ia pergi.

   "Untuk si kecil (anak Lina dan Teddy) snediri gimana? Saat ini gimana?" tanya pewarta.

   "Untuk si kecil sendiri tetap dibawa Saya. Karena memang amanat dari almarhumah Lina begitu," jawab Teddy.

   Pada video tersebut, Teddy membeberkan kronologi kondisi Lina hingga menghembuskan nafas terakhir.

   Teddy menjelaskan jika masih tidak percaya sang istri tercinta meninggalkan dirinya secepat itu.

   Ia menyebut, Lina tidak pernah mengeluh kesakitan tentang penyakit yang dideritanya. Menurut Teddy, Lina adalah sesosok wanita kuat yang tidak menunjukkan rasa sakit nya dihadapan orang tercinta.

   "Sebelum meninggal itu, jam empat itu masih gendong si kecil, nggak da keluhan apa pun, mungkin itu firasatnya, biasanya udah ngantuk giliran (momong anak),"

   "Pas udah shalat subuh setengah lima langsung pingsan," ujar Teddy.

   "Pas dibawa ke Rumah Sakit, sekitar dari sini ke Rumah Sakit padahal dari sini ke Rumah Sakit Al-Islam deket, dari perjalanan kata dokter udah nggak ada, sekitar tujuh menitan,"

   Pada kesempatan tersebut, Teddy juga menegaskan jika istrinya meninggal bukan karena penyakit Jantung.

   "Kalau riwayat penyakit nggak ada, itu yang berat kemarin nggak ada, cuman lambung aja, jadi nggak ada keluhan, nggak ada riwayat jantung, nggak ada," jelas Teddy lagi.

   Saat ditanya soal penyebab kepergian Lina, Teddy hanya menyebut jika asam lambung istrinya naik lalu sesak nafas.



   Sule menceritakan pada saat komunikasi melalui sambungan telepon dengan putranya, Rizky Febian menyampaikan kondisi terkini Lina Zubaedah.

   "Waktu saya ngobrol bersama Iky, ngasih tahu kondisi mamahnya. Kayak banyak pikiran mumet, kayak ada sesuatu yang mau diungkapkan tapi enggak bisa, kayak orang tertekan," ujar Sule, di Jalan Rasamala Asri 1, Perumahan Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Sabtu, 04 Januari 2020.

   Menurutnya, seusai menelpon anaknya itu, Sule berbincang dengan dua orang teman dan kakaknya secara tiba-tiba seekor cicak jatuh tepat di kakinya.

   "Pakkk, itu kencang banget. Baru terpikir waktu kejadian abah saya meninggal, cicak juga jatuh ke punggung saya," katanya.

   Dia menuturkan sebagai mantan suami tak menyangka bisa kepikiran jauh begitu. Bahkan, saat itu diakui Sule, ia masih mengobrol dan bercanda bersama teman dan kakaknya.

   "Teman saya bilang 'ieu saha nu maot nyak (ini siapa yang meninggal ya?)'. Terus bercanda-canda," ujarnya.

   Sebelum menyaksikan cicak jatuh tersebut, Sule mengaku merasa seperti bakal terjadi sesuatu hal. Tetapi, belum mengetahui tentang apa hal itu.

   "Sebelum ada cicak jatuh, saya merasa ada sesuatu. Merinding sampai gelisah enggak jelas. Mikir anak, mikir ini itu. Setelah itu datang (telepon) Iky ngobrol-ngobrol, baru saya agak enteng," katanya.

Januari 04, 2020

Almarhum Lina Jubaedah Disebut Mati Suri, Sang Anak: Percaya Tuhan Saja



   PANDAHOKI - Rizky Febrian menceritakan masa-masa terakhir meninggalnya sang ibu tercintanya, Lina Jubaedah, yang sekaligus mantan istri komedian Entis Sutisna alias Sule. Lina meninggal diduga meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit, dari rumahnya di Jalan Neptunus, Margahayu, Bandung, Sabtu, 04 Januari 2020.

   Iki, panggilan akrab Rizky, mengatakan setelah dikabarkan meninggal, ada beberapa pihak yang menyebutkan bahwa Lina mati suri. Alih-alih mempercayai kabar itu, Iki memilih untuk menyerahkan segala keputusan pada Allah SWT.

   "Tadi ada yang ngomong mati suri segala macam, kita lebih percaya sama yang di atas. Walaupun tadi ada yang bilang badannya kembali anget ini, itu, mungkin Allah punya rencana yang lebih baik," tuturnya saat ditemui di Rumah Duka, Jumat, 04 Januari 2020.

   Menurutnya, Lina sebelumnya memang tidak memiliki riwayat saking jantung. Namun, sempat beberapa kali Lina sempat mengeluh karena sesak nafas dan asam lambung sering kambuh.

   "Sebenarnya gak ada sakit jantung, cuma cepat sesak, lambungnya naik, butuh oksigen. Sudah kontrol biasa, ketika check up jantung aman, paru-paru aman,"

   Oleh karena itu, dia menilai penyakit jantung bukan penyebab ibundanya tercinta itu meninggal. "Cuma itu balik lagi ke Allah SWT, jadi bukan penyakit jantung."

   Dia pun menuturkan hal terakhir kali yang dilakukan oleh mendian Lina. "Iki dengar cerita putri, adik kandung Iki, yang lihat langsung. Mamah sehat, jam 03.00 WIB itu mamah masih keluar untuk makan, bercanda, kemudian shalat subuh," ungkapnya menjelaskan informasi yang ia tau dari sang adik.

   Setelah shalat subuh, Putri, adik kandung Iki melihat langsung Lina dalam posisi kejang-kejang kemudian Lina pingsan di atas kasur.

   Keluarga pun mencoba membawa Lina ke Rumah Sakit namun Lina dikabarkan sudah meninggal dalam perjalanan menuju RS Al-Islam.

   "Cuman Putri gak bilang, Putri ngabarinnya setelah azan subuh mamah udah gak ada," tambahnya.
Januari 04, 2020

Rizky Febian Berencana Ingin Mempertemukan Sang Bunda dengan Sang Ayah



   PANDAHOKI - Sebelum Ibunda dari Rizky Febian, Lina Jubaidah meninggal  dunia, Sabtu, 04 Januari 2020 pagi, sang putra, Rizky Febian sudah berencana ingin mempertemukan ibunya itu kepada sang ayah, Sule, Iki, ingin membuat vlog bersama ayah dan ibunya.

   "Aku 2020 rencana mau bikin showcase waktu itu sama timku, mau bikin, uh sedih (nangis). Ketika aku bikin showcase itu ada momen di mana satu segmen memang ingin mempertemukan ayah dan mama di showcase itu," kata Rizky Febian, saat ditemui dikediaman Bumi Panjawangan Real Estate, Cileunyi, Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 04 Januari 2020.

   Sayangnya, keinginan dari pelantun "Menari" itu tidak dapat terwujudkan. Sebab, ibu tercinta telah meninggal dunia lebih dulu.

   "Itu cita-cita aku cuma nggak kesampaian. Ya sudahlah nggak kesampaian jadi Iki terima saja," ujar Rizky Febian, menerima apa adanya dengan lapang dada, dan telah mengikhlaskan.

Januari 04, 2020

Sule Ikut Mengusung Keranda Mantan Istri, Lina



   PANDAHOKI - Ibunda tercinta Rizky Febian, Lina, meninggal dunia pada Sabtu pagi ini, 04 Januari 2020 di kediamannya, Bandung. Sang mantan istri sule ini diduga meninggal karena serangan jantung.

   Kepergian Lina membuat luka mendalam untuk keempat anaknya dan juga mantan suaminya Sule. Buktinya, sang manager mengungkapkan Sule langsung membatalkan job yang seharusnya dijalaninya hari ini.

   Meski status Sule bukanlah suami dari Lina. Namun hubungan keduanya sepertinya terjalin baik.

   Seperti yang terlihat dalam video yang diunggah akun Lambeturah_official. Sule ikut serta dalam menggotong keranda Lina yang akan dimasukkan ke dalam mobil ambulan.

   Terlihat raut wajah sedih yang telah kehilangan ibu dari keempat anaknya untuk selama-lamanya. Bahkan terdengar pula suara tangis para pelayat yang hadir mengiringi kepergian Lina.



   Meninggalnya Lina cukup membuat masyarakat kaget. Alasannya, Lina belum lama ini menghabiskan waktu bersama keempat anaknya dari pernikahan dengan sang mantan suami, Sule.

   Lina juga baru melahirkan anak kelimanya dari pernikahan terbarunya dengan Teddy.

Januari 04, 2020

Rizky Febian Ungkap Kejadian Sebelum Ibu nya Meninggal



   PANDAHOKI - Rizky Febian membantah ibundanya, ibunya mengidap penyakit jantung dibantah oleh putra sulungnya, Rizky Febian.

   "Sebenarnya nggak ada sakit jantung, cuma sesak, lambungnya naik, dipakaikan oksigen. Waktu kontrol juga biasa, check up jantung aman, paru-paru juga aman," papar Rizky Febian, ditemui di Rumah Duka di Bandung.

   Kepergian Lina Sule membuat sedih Rizky Febian. Meski begitu, ia pasrah akan keputusan Tuhan.

   Seperti diketahui Lina, sang mantan istri sule meninggal dunia, Sabtu, 04 Januari 2020 dinihari.

   "Cuma itu balik lagi ke Allah SWT, jadi bukan karena penyakit jantung," tegasnya.

   Kabar sedih ini pertama kali diketahui Rizky Febian dari adiknya, Putri Delina Sutisna. "Mama masih sehat jam 3 subuh, itu masih makan, bercanda, kemudian shalat subuh," ujarnya.

   Namun, usai menjalani shalat subuh, ibunda Rizky Febian mengalami kejang-kejang. "Setelah shalat subuh mama kejang-kejang, tiba-tiba maama sudah pingsan di kasur dan ternyata pas dibawa ke Rumah Sakit dalam perjalanan sudah nggak ada," katanya.

Jakarta

   Rizky mengaku sedang berada di Jakarta saat diberitahu Putri. Mendengar kabar meninggalnya sang bunda tercinta dalam hidupnya, ia langsung bergegas pergi ke Bandung.

   "Kaget Iky karena baru sampai Jakarta lagi edit video, tiba-tiba ditelepon bahwa mama udah nggak ada. Tadi pagi Iky langsung ke sini," ucapnya.
Januari 04, 2020

Lina, Mantan Istri Sule Meninggal Dunia, Ini Kronologinya!



   PANDAHOKI - Lina, sang mantan istri pelawak Tanah Air, Sule, telah meninggal dunia pada hari ini Sabtu, 04 Januari 2020. Pengacara Lina, Abdurrahman T. Pratomo menjelaskan kronologi wafatnya Lina yang diperoleh dari pihak keluarga. Lina jatuh pingsan lalu dibawa ke Rumah Sakit Al Islam.

   "Jam 4 kurang itu posisi Bu Lina sudah pingsan. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Al Islam. Pukul 05.30 dokter menyatakan kalau Ibu Lina sudah meninggal. Langsung dibawa ke Rumah Duka di Neptunus. Kronologisnya seperti itu," kata Abdurrahman dihubungi Medcom, Sabtu, 04 Januari 2020.

   Sebelumnya, beredar kabar Lina wafat karena serangan jantung. Namun hal itu ditepis oleh Abdurrahman karena pihak keluarga, adik ipar Lina, memaparkan Lina memiliki riwayat sakit lambung. Lina diduga mengalami komplikasi penyakit darah tinggi.

   "Terus saya tanya itu sakitnya apa ke keluarganya. Dia memang punya riwayat penyakit lambung. Mungkin juga ada komplikasi dengan darah tinggi karena kecapekan habis liburan. Seperti itu yang saya dapat informasi langsung dari keluarganya. Jadi kalau serangan jantung, terlalu jauhlah. Saya enggak mendengar hal itu," paparnya.

   Abdurrahman kali terakhir bertemu Lina saat kabar menikah lagi. Kabar wafatnya Lina telah dikonfirmasi Abdurrahman kepada pihak keluarga. Saat Abdurrahman ke Rumah Duka pagi tadi, jenazah sedang dimandikan. Rencananya akan dimakamkan sekitar ibadah dhuhur, pada hari ini, Sabtu, 04 Januari 2020.

   "Sekitar ba'da dhuhur paling telat kayaknya karena tadi saya sempat ikut shalat jenazah. Setelah itu sebelum pemberangkatan ke pemakaman saya pulang duluan. Tapi kelihatannya masih menunggu. Ada yang ditunggu, entah keluarganya atau tempat pemakamannya yang belum siap sehingga belum berangkat," kata Abdurrahman.

   Jenazah Lina rencananya akan dimakamkan di TPU Sekelimus daerah Gua Batu.